Home / Berita / News

Minggu, 19 Februari 2023 - 21:54 WIB

Wujudkan Blue Economy, Gubernur Khofifah Ajak Masyarakat Budidayakan Mangrove

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Trenggalek saat meninjau budidaya mangrove di Hutan Mangrove Pancer Cengkrong, Kabupaten Trenggalek, Jumat (17/2/2023). (Foto: Kominfo Jatim)

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Trenggalek saat meninjau budidaya mangrove di Hutan Mangrove Pancer Cengkrong, Kabupaten Trenggalek, Jumat (17/2/2023). (Foto: Kominfo Jatim)

iBenews.id – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa melakukan peninjauan secara langsung budidaya tanaman mangrove ke Kabupaten Trenggalek tepatnya di Hutan Mangrove Pancer Cengkrong, Jumat (17/2/2023).

Dalam kegiatan peninjauan ini, Khofifah didampingi oleh Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin. Sebelum menuju ke Hutan Mangrove Pancer Cengkrong, Khofifah meninjau budidaya lobster dan budidaya terumbu karang di Pantai Mutiara, Kabupaten Trenggalek dengan menaiki perahu.

Usai melakukan peninjauan, Khofifah menyampaikan ajakannya kepada masyarakat untuk ikut membudidayakan mangrove sebagai upaya mewujudkan program blue economy.

“Ayo sama-sama kita nandur mangrove, ini karena seiring dengan proses mewujudkan blue economy yang tidak sekedar ramah lingkungan tapi juga melaksanakan proses pembangunan yang tidak menimbulkan limbah,” ajak Khofifah.

Gubernur Khofifah mengatakan, luas kawasan mangrove di Jawa Timur itu 1.800 hektare. Setiap 1 hektare terdapat 3.300 tanaman mangrove, sehingga totalnya sekitar 7 juta pohon mangrove. “Angka ini setara dengan 48 persen hutan mangrove yang ada di Pulau Jawa,” paparnya.

Lebih lanjut dijelaskan Khofifah, bahwa nilai tambah mangrove bisa dirasakan oleh masyarakat ketika ada penguatan kreativitas dan inovasi. Apalagi pada sisi pemberdayaan masyarakat terutama yang bisa meneteskan kesejahteraan masyarakat.

“Di sini hilirisasinya tadi saya tanya sudah ada produk seperti sirup dan kue-kue, sehingga sisi ekonominya bisa dirasakan. Sedangkan sisi ekologi sudah pasti itu akan terbangun ekosistem daya dukung alam, dan daya dukung lingkungan. Yaitu menanam mangrove, karena dengan menanam mangrove itu bagian dari sedekah oksigen,” jelas Khofifah.

Khofifah juga mengungkapkan bahwa Maret ini akan menyelenggarakan Festival Mangrove ke empat di Kabupaten Trenggalek.

“Hampir tiap bulan saya selalu menanam mangrove bersama. Nah, karena kita merasa bahwa penanaman-penanaman pemeliharaan sudah kita lakukan dengan sinergitas yang cukup bagus maka kita memulailah Festival Mangrove,” ungkap Khofifah.

Khofifah menuturkan, Festival Mangrove itu berisi kegiatan budidaya di kawasan mangrove seperti menanam dan menyemai benih.

“Terutama kepiting, ikan dan hilirisasi dari produk mangrove. Hilirisasinya sangat banyak, InsyaAllah nanti kawan-kawan boleh melihat ada salah satu gift dari G20 yakni batik yang bahan warnanya dari mangrove,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui bahwa, di Kabupaten Trenggalek ini ada pembangunan biota laut seperti under water re stocking, re plantasi terumbu karang, dan rumah-rumah ikan. Khofifah menilai, hal tersebut merupakan ekosistem tata ruang laut yang sedang dicoba bangun prototype-nya di rangkaian Pantai Mutiara dan Prigi.

“Ini akan menjadi salah satu referensi tata ruang biota laut yang dilakukan Pemkab Trenggalek bersama Pemprov Jatim, dan tentunya juga dengan Pokmas-Pokmas yang ada di sini,” kata Khofifah.

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, menyampaikan apresiasianya kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur khususnya kepada Gubernur Khofifah Indar Parawansa karena sangat peduli terhadap ekologi utamanya yang ada di pesisir Kabupaten Trenggalek.

“Kita tahu bahwa sabuk hijau dan jumlah oksigen yang ada di dunia itu malah kontribusi terbesarnya bukan hanya dari hutan tropis yang kita punya tetapi dari ekosistem pantai. Makanya, provinsi punya banyak program mulai dari fish apartement atau rumah ikan, penanaman terumbu karang, termasuk rumah apung, re-stocking di kawasan pesisir sehingga ekosistem di laut menjadi bagus,” ucap Arifin.

Menurut Arifin, biota yang ada di Kabupaten Trenggalek cukup baik terjaga, sehingga penjagaan ekologi yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, khususnya Gubernur Khofifah itu bisa menghasilkan ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Terbukti masyarakat Trenggalek selama ini mendapatkan berkah di kawasan-kawasan konservasinya seperti tadi di Pantai Mutiara, dan sekarang di Cengkrong ini yang juga menjadi tempat wisata yang bisa menghasilkan ekonomi bagi masyarakat,” pungkasnya.

Sebagai informasi, pada kegiatan peninjauan ini Gubernur Khofifah juga didampingi beberapa krpala perangkat daerah di longkungan Penprov Jatim. Antara lain, Kepala Bakorwil Pembangunan dan Pemerintahan I Madiun, Kepala Dinas (Kadis) Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Timur, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Jawa Timur (DPMPTSP Jatim), serta Kadis Kominfo Jatim. (iB-3)

Share :

Baca Juga

HEADLINE

Menparekraf: Penerbangan Internasional ke Labuan Bajo Akan Terealisasi di Kuartal IV 2024

HEADLINE

Kemenparekraf-Basarnas Evaluasi Protokol Keamanan dan Keselamatan di DPSP Labuan Bajo

HEADLINE

Upaya Kembangkan Ekonomi Kreatif, Apresiasi Kreasi Indonesia 2024 di Labuan Bajo

HEADLINE

Erick Tohir Ajak Pengusaha Uni Emirat Arab ke Golo Mori Labuan Bajo

HEADLINE

Indonesia Mendapat Apresiasi, World Water Forum ke-10 Resmi Ditutup

HEADLINE

Strategi Pemasaran Efektif dengan Aplikasi Chatbot WhatsApp

HEADLINE

Pelantikan Prabowo – Gibran Sebagai Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Dipercepat?

HEADLINE

Indonesia Memiliki Berbagai Jenis Potensi Wisata Air