Home / Ekonomi / News

Rabu, 30 Maret 2022 - 06:12 WIB

Wapres Minta Pengusaha Muda Ubah Tantangan Jadi Peluang Baru Bangkitkan Ekonomi Nasional

Wapres Ma’ruf Amin dalam acara Peresmian Pembukaan HIPMI Sharia Conference 2022 di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan (Foto: Kominfo)

Wapres Ma’ruf Amin dalam acara Peresmian Pembukaan HIPMI Sharia Conference 2022 di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan (Foto: Kominfo)

iBenews.id – Perekonomian dunia, termasuk Indonesia, tahun 2022 berada pada zona pemulihan akibat pandemi Covid-19. Oleh karena itu, seluruh elemen penggerak laju perekonomian, termasuk Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) harus dapat bersinergi, khususnya dalam menciptakan peluang baru memulihkan perekonomian nasional.

“Komponen penggerak terakhir adalah para pengusaha muda yang berdaya juang tinggi, ini dari HIPMI ini, dan aktif mendorong ekonomi Indonesia kembali bangkit. Kuncinya terletak pada kemauan dan kejelian untuk mengubah berbagai tantangan yang ada menjadi peluang-peluang baru,” tegas Wakil Presiden (Wapres) K. H. Ma’ruf Amin dalam acara Peresmian Pembukaan HIPMI Sharia Conference 2022 di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan Nomor 6, Jakarta Pusat, Selasa (29/03/2022).

Wapres menyatakan untuk menjadi bagian dalam pemulihan, HIPMI diminta untuk dapat menyumbangkan kontribusi nyata melalui lima lanhkah konkret. Pertama Wapres menilai penyelenggaraan HIPMI Sharia Conference 2022 ini menjadi langkah yang baik, khususnya dalam meningkatkan literasi masyarakat terhadap ekonomi dan keuangan syariah yang nantinya dapat mendorong naiknya indeks ekonomi syariah.

“Ikhtiar meningkatkan literasi masyarakat mengenai ekonomi dan keuangan syariah ini agar diakselerasi sehingga mendorong naiknya indeks ekonomi syariah yang masih tercatat baru 20.01 persen pada 2021. Ini sudah ada kenaikan dari 16 [persen] sekarang sudah 20.01 persen di 2021 dan supaya terus diakselerasi lagi,” jelasnya.

Kedua, lanjutnya, HIPMI diharapkan dapat memperkuat jejaring usahanya, khususnya di industri syariah. Sebab, ekonomi dan industri syariah menurut laporan yang diterima Wapres menunjukkan ketahanannya dalam melewati masa sulit pandemi Covid-19.

“Jejaring luas HIPMI diharapkan dapat memperkuat rantai nilai atau value chain industri halal yang efisien. Selain itu, HIPMI dapat terus berpartisipasi memperluas inkubasi bisnis syariah, khususnya dengan menggandeng UMKM halal,” tuturnya.

Ketiga, Wapres juga meminta HIPMI untuk turut ambil bagian dalam modernisasi infrastruktur pada sektor-sektor unggulan ekonomi dan keuangan syariah, seperti layanan keuangan syariah.

“Keempatnya, pelajaran berharga yang kita petik dalam dua tahun pandemi, yakni pentingnya akselerasi digitalisasi. Bukan sekadar mengubah sistem analog menjadi digital, melainkan mentransformasi secara utuh dan terintegrasi,” imbau Wapres.

Kelima, Wapres pun menekankan pentingnya pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang andal dan metode linked and match antara lembaga pendidikan dengan dunia usaha agar sektor industri dapat terus tumbuh sesuai permintaan pasar dan perkembangan zaman yang terjadi.

“Kolaborasi HIPMI dapat diperluas dengan menggandeng lembaga pendidikan dan perguruan tinggi, termasuk juga agar linked and match antara dunia pendidikan dan industri dapat tercipta sehingga kebangkitan ekonomi akan terus tumbuh dan berkelanjutan,” jelas Wapres. (iB-3)

Share :

Baca Juga

HEADLINE

Presiden Pastikan Tak Ada Bansos Untuk Korban Judi Online

HEADLINE

Wamenparekraf Komodo Travel Mart Dorong Pengembangan Pariwisata di NTT

HEADLINE

Mulai dari Kopi Hingga Gula Merah Kolang, 3 Produk Lokal Labuan Bajo Diminati China

HEADLINE

43.000 Turis Kunjungi Labuan Bajo Manggarai Barat Pada Bulan Mei 2024

HEADLINE

BPOLBF Gandeng Komunitas Floratama, Perkuat Kolaborasi Industri Parekraf

HEADLINE

Hal-hal yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Memasang Water Heater Gas

HEADLINE

Kemenparekraf-Basarnas Perkuat Protokol Keamanan Wisata Bahari Labuan Bajo

HEADLINE

Menparekraf: Penerbangan Internasional ke Labuan Bajo Akan Terealisasi di Kuartal IV 2024