Home / News / Pendidikan

Rabu, 15 Maret 2023 - 06:17 WIB

Usung Lurik Suku Baduy, Mahasiswa PCU Jadi Juara di MUFFEST+ 2023, Karyanya Tampil di Hongkong Fashion Week

Clarissa Wirogo, mahasiswi PCU Angkatan 2019 bersama karyanya yang dibawa di MUFFEST+ 2023 (Foto: Christiana Beatrix)

Clarissa Wirogo, mahasiswi PCU Angkatan 2019 bersama karyanya yang dibawa di MUFFEST+ 2023 (Foto: Christiana Beatrix)

iBenews.id – Berhasil menyisihkan 500 peserta dalam acara Modest Young Designer Competition (MYDC) di Muslim Fashion Festival plus (MUFFEST+) 2023, seorang mahasiswi Textile and Fashion Design PCU (Petra Christian University) berhasil meraih juara 1. Ia adalah Clarissa Wirogo, mahasiswi Angkatan 2019. Acara ini didukung salah satunya oleh Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KEMENKOPUKM).

“Saya tidak menduga bisa meraih juara apalagi juara pertama, aku bahagia banget. Sebuah kehormatan bagi saya bisa mencoba kemampuan saya diantara para desainer-desainer muda dari seluruh Indonesia. Harapanku cepet lulus kemudian bisa fokus ikut ajang fasyen internasional”, ungkap Clarissa di kampus (13/3).

Terinspirasi dari masyarakat Urang Kanekes atau Suku Baduy, Clarissa ingin masyarakat luas lebih kenal tentang Suku Baduy yang potensinya juga tak kalah menarik dan unik. Clarissa merinci, suku Baduy ini merupakan sebuah kelompok masyarakat yang memegang teguh nilai-nilai kearifan lokal serta hidup berdampingan dengan alam. Pakaian yang dipakai suku inipun lebih banyak menggunakan warna putih dan gelap.

Clarissa menggunakan Wastra Nusantara seperti tenun lurik, kain jumputan, dan batik dooby yang dikombinasikan dengan kain katun. Maka koleksi Clarissa menampilkan siluet yang loose dengan sentuhan Wastra Nusantara, dengan warna putih dan gelap yang dominan sesuai pakaian adat Urang Kanekes.

“Saya ingin memberikan tampilan yang maskulin dan modern. Sehingga mencerminkan sosok wanita Indonesia yang berani, modern dan tentu saja modis namun tidak melupakan nilai-nilai kearifan lokal yang ada disekitarnya”, tambah Clarissa.

Proses kompetisi ini sangat panjang. Kata Clarissa, saat awal lomba diminta membuat enam desain yang dikumpulkan pada Oktober 2022 yang lalu. Tercatat ada 500 peserta yang mendaftar dengan rentang usia 18-35 tahun. Kemudian pada akhir Desember 2022, terpilihlah 15 finalis terbaik untuk mendapatkan kesempatan coaching sebanyak tiga kali dari para juri.

Awalnya para peserta diminta mengirimkan enam desain karya kemudian saat coaching pertama inilah para juri memilih hanya empat desain saja yang akan di nilai sekaligus ditampilkan dalam fashion di MUFFEST+ 2023. Satu busana dipamerkan sedangkan tiga busana lainnya tampil dalam runway.

“Saat coaching kita benar-benar diajari bagaimana mewujudkan dengan teliti antara moodboard dengan pakaian contoh yang sudah dikirimkan sebelumnya. Jika ada yang kurang sesuai, maka harus diganti. Bahkan punya saya sampai coaching ketiga pada 27 Februari 2023 lalu masih ada perubahan. Sabuk saya waktu itu perlu ditambahi bahan agar tampak kaku. Saya sempet ragu dan takut, bagaimana jika saya tidak nututi saat hari H”, tambah mahasiswi berkaca mata itu.

Usaha Clarissa tak sia-sia. Ia berhasil meraih juara pertama dan berhak atas beberapa hadiah. Yaitu uang tunai sebesar Rp 40.000.000, plakat, sertifikat, souvenir dan mendapatkan kesempatan memamerkan karyanya dalam pameran dagang & Fashion Show di Hongkong Fashion Week bulan April 2023. (iB-1)

Share :

Baca Juga

HEADLINE

Presiden Pastikan Tak Ada Bansos Untuk Korban Judi Online

HEADLINE

Wamenparekraf Komodo Travel Mart Dorong Pengembangan Pariwisata di NTT

HEADLINE

Mulai dari Kopi Hingga Gula Merah Kolang, 3 Produk Lokal Labuan Bajo Diminati China

HEADLINE

43.000 Turis Kunjungi Labuan Bajo Manggarai Barat Pada Bulan Mei 2024

HEADLINE

BPOLBF Gandeng Komunitas Floratama, Perkuat Kolaborasi Industri Parekraf

HEADLINE

Hal-hal yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Memasang Water Heater Gas

HEADLINE

Kemenparekraf-Basarnas Perkuat Protokol Keamanan Wisata Bahari Labuan Bajo

HEADLINE

Menparekraf: Penerbangan Internasional ke Labuan Bajo Akan Terealisasi di Kuartal IV 2024