Home / Ekonomi / News

Kamis, 20 Oktober 2022 - 00:50 WIB

Tingkatkan Literasi Masyarakat Akan Pasar Modal, BEI Jatim Gelar “Jemput Pasti” di Pesisir Utara Jatim

Kegiatan JEMPUT PASTI (Jelajah Masyarakat Pesisir untuk Pasar Modal Terpadu, Pendanaan dan Investasi) di Pesisir Utara Jatim

Kegiatan JEMPUT PASTI (Jelajah Masyarakat Pesisir untuk Pasar Modal Terpadu, Pendanaan dan Investasi) di Pesisir Utara Jatim

iBenews.id – Dalam upaya meningkatkan literasi masyarakat di pasar modal baik dari sisi investasi maupun pendanaan, maka Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jawa Timur terus melakukan kegiatan sosialisasi dan edukasi pasar modal. Pada bulan Agustus – Oktober 2022, BEI bersama-sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 4 Jawa Timur, serta didukung oleh Perusahaan Sekuritas (PT Phintraco Sekuritas, PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, PT Indo Premier Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas, PT CGS CIMB Sekuritas dan PT UOB Kay Hian Sekuritas) serta Emiten, melaksanakan kegiatan JEMPUT PASTI (Jelajah Masyarakat Pesisir untuk Pasar Modal Terpadu, Pendanaan dan Investasi) yang merupakan kegiatan sosialisasi edukasi tentang Pasar Modal sebagai sarana investasi dan pendanaan, dan dilaksanakan di empat kota yang terletak di pesisir utara Jawa Timur, yaitu Lamongan, Bojonegoro, Gresik dan Tuban.

Kepala Kantor Perwakilan BEI Jatim Dewi Sriana Rihantyasni, melalui rilisnya kepada media, Selasa (18/10) mengatakan kegiatan Jemput Pasti tentang Pasar Modal sebagai Sarana Investasi.

“Materi yang disampaikan dalam kegiatan ini adalah tentang Waspada Investasi, pengenalan Pasar Modal di Indonesia dan pentingnya melakukan investasi serta praktek untuk melakukan beli dan jual saham, katanya.

Kegiatan ini diawali di kota Lamongan pada tanggal 23 – 25 Agustus 2022 dan telah dilaksanakan di Pondok Pesantren Matholi’ul Anwar, beberapa Perguruan Tinggi yaitu Universitas Islam Darul Ulum Lamongan, Universitas Muhammadiyah Lamongan, Universitas Islam Lamongan, ITB Ahmad Dahlan dan Institut Pesantren Sunan Drajad Lamongan serta karyawan Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk., PT Bank BPD Jawa Timur, dan karyawan PT Pegadaian di kota Lamongan, dengan total peserta sebanyak 600 orang.

Selanjutnya kegiatan dilaksanakan di kota Bojonegoro pada tanggal 13 – 17 September 2022, dengan menyelenggarakan kegiatan sosialisasi selama tiga hari berturut-turut kepada masyarakat umum, yang terdiri dari Asosiasi Koperasi, Musyawarah Guru Teknologi Informasi dan Komunikasi dan komunitas masyarakat Bojonegoro. Selain itu, telah dilaksanakan pula kegiatan sosialisasi di Pondok Pesantren Abu Dzarrin Al Ridlwan dan kepada karyawan Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk., PT Bank BPD Jawa Timur, dan karyawan PT Pegadaian di kota Bojonegoro, dengan total peserta sebanyak 500 orang.

Kegiatan Jemput Pasti ketiga dilaksanakan di kota Gresik pada tanggal 20 – 23 September 2022. Peserta yang berpartisipasi dalam kegiatan di Gresik tersebut diantaranya adalah anggota Aisyiyah Kabupaten Gresik, Aparatur Sipil Negara Diskominfo Pemerintah Kabupaten Gresik, pendamping Program Keluarga Harapan, santri Pondok Pesantren Enterpreneur Muhammadiyah Gresik, serta karyawan Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk., PT Bank BPD Jawa Timur, dan karyawan PT Pegadaian di kota Gresik, dengan total peserta sebanyak 450 orang.

Kegiatan Jemput Pasti tentang Pendanaan Melalui Pasar Modal
Sosialisasi edukasi tentang pendanaan melalui pasar modal telah dilaksanakan di kota Lamongan pada tanggal 25 Agustus 2022, di Bojonegoro pada tanggal 16 September 2022, dan di Gresik pada tanggal 23 September 2022, bekerja sama dengan Santripreneur, HIPMI Jatim, dan Indonesia Islamic Business Forum (IIBF).

Para peserta yang berasal dari berbagai perusahaan baik perusahaan besar, menengah, maupun kecil ataupun start up, mendapatkan informasi tentang sarana urun dana atau dikenal dengan nama Securities Crowdfunding (SCF), manfaat go public dan persyaratan untuk melakukan pencatatan di BEI. Sedangkan informasi tentang hal-hal teknis yang perlu disiapkan perusahaan sebelum melakukan go public disampaikan oleh PT UOB Kay Hian Sekuritas dan PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia sebagai underwriter yang mendukung pelaksanaan Jemput Pasti.

Kota Tuban menjadi tujuan terakhir dari kegiatan Jemput Pasti yang memang dikhususkan untuk masyarakat pesisir utara Jawa Timur. Kegiatan akan dilaksanakan pada tanggal 18 – 21 Oktober 2022, dengan melibatkan beberapa lembaga dan komunitas sebagai berikut: Universitas Ronggolawe, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama, anggota Aisyiyah Kabupaten Tuban serta karyawan Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk., PT Bank BPD Jawa Timur, dan karyawan PT Pegadaian di kota Tuban. Target jumlah peserta yang diharapkan adalah sebanyak 450 orang.

Untuk sosialisasi edukasi tentang pendanaan melalui pasar modal akan dilaksanakan pada tanggal 21 Oktober 2022 bekerja sama dengan Santripreneur, dan Indonesia Islamic Business Forum (IIBF).

Dengan dilaksanakannya kegiatan Jemput Pasti, Dewi Sriana berharap semakin banyak masyarakat di Jawa Timur, khususnya di kota-kota pesisir utara Jawa Timur, yang mengetahui keberadaan dan fungsi lembaga-lembaga keuangan termasuk pasar modal Indonesia dan BEI pada khususnya, sehingga dapat menaikkan tingkat literasi masyarakat.

“Harapan kami pada akhirnya akan dapat meningkatkan jumlah investor domestik dan makin banyak perusahaan yang melantai di BEI, “pungkas Dewi Sriana. (iB-1)

Share :

Baca Juga

HEADLINE

Bawaslu Manggarai Barat Minta ASN, TNI-Polri Netral pada Pilkada 2024

HEADLINE

Kabulkan Praperadilan, Hakim Bebaskan Pegi Setiawan

HEADLINE

Komnas HAM Sebut Satgas TPPO di NTT Jarang Rapat, Kepala BP2MI Juga Bingung

HEADLINE

Kemenlu Ajak 23 Dubes Asing ke Labuan Bajo Genjot Investasi Sektor Parekraf

HEADLINE

Kejari Manggarai Barat Dalami Potensi Tersangka Baru Korupsi Sarpras Pramuka Mbuhung

HEADLINE

Bea Cukai dan Karantina Bantu UMKM Labuan Bajo Lakukan Ekspor ke Malaysia

HEADLINE

Kapal Wisata Budi Utama Tenggelam di Labuan Bajo 2 Turis Spanyol Terluka

HEADLINE

Kemenparekraf Perkuat Tata Kelola Komunikasi Krisis Pariwisata di DPSP Labuan Bajo