Home / News / Pendidikan

Jumat, 2 September 2022 - 16:40 WIB

Memahami Peran Insinyur di Masa Depan, UK Petra Gelar Sharing ilmu bersama pakar dari negara Paman Sam

Agus Sudjianto, Executive Vice President-Head of Corporate Model Risk Wells Fargo saat sharing di hadapan mahasiswa di UK Petra (Foto: Christiana Beatrix)

Agus Sudjianto, Executive Vice President-Head of Corporate Model Risk Wells Fargo saat sharing di hadapan mahasiswa di UK Petra (Foto: Christiana Beatrix)

iBenews.id – Mempermudah kehidupan manusia. Itulah fungsi utama dari Artificial Intelligence (AI) yang marak dibicarakan. Tetapi bagaimana caranya agar penggunaannya bisa dimaksimalkan dalam dunia yang cepat berubah seperti saat ini? Melihat hal ini maka International Business Engineering (IBE) UK Petra menggelar Sharing ilmu bertajuk The Business of Engineering: A New Mindset for The Engineer of The Future bersama pakar dari negara Paman Sam pada Jumat, 2 September 2022 di Amphitheater Gedung Q kampus UK Petra mulai 08.15-09.30 WIB.

“Harapannya 300 peserta baik itu mahasiswa atau pelaku industri akan memahami secara langsung dari pakarnya mengenai Artificial Intelligence (AI) khususnya dalam dunia perbankan.”, ungkap Dra. Indiati Njoto Bisono, M.Sc., PH.D., selaku Ketua IBE Program UK Petra.

Dunia di sekitar kita bergerak sangat cepat, hal ini disebabkan oleh adanya inovasi teknologi dan revolusi khususnya dalam ilmu data atau biasa biasa kita sebut dengan Artificial Intelligence (AI). Sebagai insinyur di masa depan, sebagai anak muda di Indonesia harus bisa beradaptasi, berevolusi bahkan mempersiapkan diri untuk berhasil dalam dunia yang terus berubah ini.

Pembicara utamanya adalah seorang putra daerah yang telah lama hidup di AS selama 28 tahun lamanya. Ialah Agus Sudjianto, PH.D., seorang Executive Vice President-Head of Corporate Model Risk Wells Fargo, bank tertua papan atas di Amerika Serikat.

“Saya ingin berbagi implementasi AI khususnya dalam dunia perbankan yang selama ini saya geluti sehingga nanti para orang Insinyur muda dapat memanfatkan kekuatan data dalam pengambilan keputusan di sebuah organisasi.”, tambah Agus yang pernah diwawancarai oleh majalah SWA.

Agus sendiri telah memegang beberapa paten di AS dalam bidang keuangan maupun Teknik. Keahlian dan minat teknisnya saat ini meliputi resiko kuantitatif, pembelajaran mesin hingga statistik komputasi. Pria yang dulu pernah bekerja di Lloyds Banking Group di Inggris dan Ford Motor Company ini bertanggung jawab atas manajemen risiko model perusahaan, mengawasi model, pengembangan hingga penyebaran kecerdasan buatan di Wells Fargo.

Agus mengatakan bahwa Data maupun Big Data adalah tambang emas. 

“Kita harus mempunyai keahlian untuk memodelkan data tersebut untuk kemudian menggunakannya sebagai improvement diri. Mahasiswa harus belajar Machine Learning maupun coding. Banyak orang pintar, tetapi untuk naik ke atas harus jadi spesialis diantara generalis atau generalis diantara specialist. Maka dari itu Be a Geek who can speak.”, tutup Agus. (iB-1)

Share :

Baca Juga

HEADLINE

Kemenparekraf Perkuat Tata Kelola Komunikasi Krisis Pariwisata di DPSP Labuan Bajo

HEADLINE

Menparekraf Optimistis Investasi Pariwisata Akan Meningkat Seiring Melesatnya Peringkat TTDI Indonesia

HEADLINE

Presiden Pastikan Tak Ada Bansos Untuk Korban Judi Online

HEADLINE

Wamenparekraf Komodo Travel Mart Dorong Pengembangan Pariwisata di NTT

HEADLINE

Mulai dari Kopi Hingga Gula Merah Kolang, 3 Produk Lokal Labuan Bajo Diminati China

HEADLINE

43.000 Turis Kunjungi Labuan Bajo Manggarai Barat Pada Bulan Mei 2024

HEADLINE

BPOLBF Gandeng Komunitas Floratama, Perkuat Kolaborasi Industri Parekraf

HEADLINE

Hal-hal yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Memasang Water Heater Gas