Home / News / Pendidikan

Kamis, 24 November 2022 - 15:27 WIB

Kantin Pusat ITS sebagai Terbaik Pertama Zona KHAS Nasional

iBenews.id – Adanya inovasi dan peningkatan kualitas segala aspek yang dilakukan oleh Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terhadap Kantin Pusat ITS akhirnya berbuah manis. Kantin Pusat ITS berhasil dinobatkan menjadi terbaik pertama kategori Institusi Pendidikan Perguruan Tinggi (PT) sebagai Sentra Pangan Jajanan/Kantin yang Memenuhi Syarat Higiene Sanitasi Tahun 2022 untuk penghargaan Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS) Tingkat Nasional, Rabu (23/11).

Diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bersama Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS). Program Zona KHAS ini bertujuan untuk mendukung ketersediaan makanan halal disertai dengan terjaminnya keamanan serta kesehatan makanan. Dalam penilaiannya, KNEKS juga bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi dan Dinkes Kota untuk mendapatkan lokasi kuliner yang sesuai dengan kriteria Zona KHAS.

Menanggapi prestasi membanggakan tersebut, Direktur Kerja Sama dan Pengelolaan Usaha (DKPU) ITS Tri Joko Wahyu Adi ST MT PhD menjelaskan bahwa sebelum tergabung ke dalam Zona KHAS, lokasi kuliner harus memenuhi beberapa kriteria utama. “Yang paling awal adalah lokasi kuliner harus memenuhi standar higiene sanitasi,” ujarnya.

Standar higiene sanitasi tersebut maksudnya adalah makanan yang berada di lokasi kuliner terjamin kebersihannya dari berbagai kontaminasi. Di ITS, menurut Tri Joko, hal itu dibuktikan dengan adanya stikerisasi pembinaan oleh Dinkes Kota Surabaya terkait higienitas dan sanitasi makanan yang ada di kantin. Apabila standar itu telah dipenuhi maka dilanjutkan pemenuhan kriteria berikutnya, yaitu sertifikasi halal dan inovasi lokasi kuliner.

Dosen Departemen Teknik Sipil ITS tersebut menambahkan bahwa sertifikasi halal pada Kantin Pusat ITS memiliki keunggulan tersendiri. Itu dikarenakan seluruh stan yang ada sudah dibina dan dilatih oleh Pusat Kajian Halal ITS terkait proses dan penyajian makanan sesuai syarat halal oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). “Dari kehalalan ini, kantin mendapatkan respon yang luar biasa oleh banyak orang, sehingga berdampak positif pula untuk segi pendapatan kantin,” tuturnya.

Tidak cukup sampai di situ, ITS juga menerapkan beberapa inovasi pada kantinnya. Inovasi pertama yang dilakukan ITS adalah merenovasi kantin agar lebih bagus dan nyaman, serta membuat ruangan Very Important Person (VIP). “Ruangan itu juga difasilitasi dengan perabotan yang mendukung, sehingga bisa digunakan untuk rapat sivitas akademika atau pihak luar sembari mencicipi makanan dari stan kita (kantin ITS, red),” tambahnya.

Inovasi lainnya yang diterapkan pada Kantin Pusat ITS adalah sistematika pengelolaan keuangan setiap stan makanan. Dengan metode cashless dalam sistem pembayarannya, sehingga pendapatan stan makanan pada hari itu bisa langsung terakumulasi dan sudah terorganisir pendapatan bersih yang diterima oleh penjual serta pendapatan yang diterima oleh ITS. “Dengan sistem ini, DKPU pun bisa memonitor perkembangan dari penjualan stan makanan kantin,” tandasnya.

Selain itu, ada pula inovasi berupa bank sampah. Meninjau adanya program ITS Smart Eco Campus yang menyediakan bank sampah, fasilitas itu kemudian digunakan dan diterapkan di kantin. Bank sampah juga dimaksudkan agar pengelolaan segala limbah yang ada di kantin bisa terkelola dengan baik.

Selain kriteria akan pemenuhan sertifikasi halal, standar higiene sanitasi, dan inovasi yang diterapkan, ada pula kriteria utama lainnya yang harus dipenuhi. Antara lain adalah lokasi kuliner harus dekat dengan tempat ibadah minimal 500 meter atau memiliki tempat ibadah di lokasi tersebut. Terdapat juga minimal 10 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang terlibat di dalamnya, serta penggunaan nama baik untuk lokasi kuliner dan UMKM.

Dipenuhinya segala kriteria yang ada untuk terintegrasi ke dalam Zona KHAS oleh Kantin Pusat ITS membuat Dinkes Provinsi Jawa Timur (Jatim) mengajukan Kantin Pusat ITS sebagai Zona KHAS mewakili Provinsi Jatim untuk maju di Zona KHAS tingkat nasional. Validasi pun dilakukan oleh Kemenkes untuk melakukan penilaian pada September lalu.

Bersanding dengan berbagai lokasi kuliner lainnya, seperti Sentra Wisata Kuliner (SWK) di sekitar kampus, membuat ketatnya penilaian untuk memilih lokasi yang cocok dianugerahkan Zona KHAS. Namun, dengan dipenuhinya kriteria serta bagusnya sistematika dan pengelolaan Kantin Pusat ITS menjadikannya lebih unggul. Sehingga, Kantin Pusat ITS pun dianugerahkan penghargaan Zona KHAS di tingkat nasional.

Dengan prestasi ini, Tri Joko pun termotivasi agar kantin-kantin lainnya yang ada di ITS bisa terintegrasi pula ke dalam Zona KHAS. “Saya juga berharap dengan adanya anugerah ini, Kantin ITS bisa lebih dikenal dan menjadi pilihan yang tepat untuk menikmati berbagai makanan serta fasilitas yang ada,” pungkasnya. (iB-1)

Share :

Baca Juga

HEADLINE

Bawaslu Manggarai Barat Minta ASN, TNI-Polri Netral pada Pilkada 2024

HEADLINE

Kabulkan Praperadilan, Hakim Bebaskan Pegi Setiawan

HEADLINE

Komnas HAM Sebut Satgas TPPO di NTT Jarang Rapat, Kepala BP2MI Juga Bingung

HEADLINE

Kemenlu Ajak 23 Dubes Asing ke Labuan Bajo Genjot Investasi Sektor Parekraf

HEADLINE

Kejari Manggarai Barat Dalami Potensi Tersangka Baru Korupsi Sarpras Pramuka Mbuhung

HEADLINE

Bea Cukai dan Karantina Bantu UMKM Labuan Bajo Lakukan Ekspor ke Malaysia

HEADLINE

Kapal Wisata Budi Utama Tenggelam di Labuan Bajo 2 Turis Spanyol Terluka

HEADLINE

Kemenparekraf Perkuat Tata Kelola Komunikasi Krisis Pariwisata di DPSP Labuan Bajo