Home / Entertainment / Music / News

Rabu, 9 Maret 2022 - 19:04 WIB

Hari Musik Nasional Dimaknai Sebagai Selebrasi Seni dan Budaya

Ilustrasi

Ilustrasi

iBenews.id – Ketua Komite Musik Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) Adra Karim mengatakan Hari Musik Nasional (HMN) yang jatuh tiap 9 Maret, dapat dimaknai dari berbagai sisi, tak terkecuali sebagai pengingat dan perayaan seni dan budaya bangsa.

“Pertama, kita bisa melihat musik sebagai pengingat bahwa kita adalah negara yang sangat penuh kebudayaan, dan musik adalah bagian dari budaya itu yang tidak bisa terlepas, sudah sangat mendarah daging dan menjadi bagian dari hidup kita,” kata Adra kepada ANTARA, dikutip pada Rabu.

Musik, lanjut Adra, bukan hanya sebagai hiburan, namun, juga memiliki fungsi dan akar kebudayaan di Indonesia.

Misalnya, di beberapa daerah, musik harus ada ketika seseorang lahir, beranjak dewasa, hingga menikah. Dan kehadirannya bukan hanya sekadar untuk menghibur saja. Indonesia memiliki budaya sangat dalam dan lekat akan musik,” imbuhnya.

Lebih lanjut, pria yang juga seorang komposer jazz tersebut mengatakan HMN dapat menjadi pengingat bahwa musik juga merupakan suatu ilmu pengetahuan yang dapat diteliti dan didalami.

“Banyak orang yang mendedikasikan hidup mereka untuk mendalami (pengetahuan) musik ini. Mereka melakukan eksperimen, hingga terus mengembangkan dan mencari segala kemungkinan lainnya untuk dieksplor,” kata Adra.

“Kadang-kadang perlu diperhatikan lebih lanjut kalau musik bukan hanya sekadar entertainment. Kenyataannya di dunia pendidikan, ini adalah bentuk praktek ‘ilmu pengetahuan’ yang paling nyata dalam mengasah logika. Terdapat (unsur) matematika, fisika, bahasa, dan kemampuan sosial. Ini bisa diterapkan sejak dini (melalui musik),” paparnya.

Di HMN ini, Adra berharap semua orang dapat membuka mata dan turut mengambil peran dalam mendukung musik Indonesia.

Ia kembali mengingatkan bahwa kesenian dan kebudayaan Indonesia sangatlah kaya dan banyak dikagumi bahkan oleh penikmat musik internasional.

“Kita mulai membuka mata kalau kesenian dan kebudayaan adalah senjata yang paling kuat untuk kita survive, dan juga dikagumi di dunia internasional. Negara kita penuh dengan orang-orang berbakat seni: musik, teater, film, tari, dan lainnya. Ini perlu dilihat, didukung dan dirawat,” kata Adra.

“Bukan hanya tugas musisi dan pemerintah yang mendukung, dari masyarakat sendiri juga membuka mata bahwa musik tidak sekadar hiburan, pelakunya juga bekerja, (musisi) adalah profesi, hal yang diseriusi dan ditekuni, sehingga pada akhirnya bisa dihargai dan lebih banyak lagi peminatnya dan menjadi musisi itu mempunyai kepastian hidup juga,” imbuhnya. (iB-1)

Sumber: Antara

Share :

Baca Juga

HEADLINE

Wamenparekraf Komodo Travel Mart Dorong Pengembangan Pariwisata di NTT

HEADLINE

Mulai dari Kopi Hingga Gula Merah Kolang, 3 Produk Lokal Labuan Bajo Diminati China

HEADLINE

43.000 Turis Kunjungi Labuan Bajo Manggarai Barat Pada Bulan Mei 2024

HEADLINE

BPOLBF Gandeng Komunitas Floratama, Perkuat Kolaborasi Industri Parekraf

HEADLINE

Hal-hal yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Memasang Water Heater Gas

HEADLINE

Kemenparekraf-Basarnas Perkuat Protokol Keamanan Wisata Bahari Labuan Bajo

HEADLINE

Menparekraf: Penerbangan Internasional ke Labuan Bajo Akan Terealisasi di Kuartal IV 2024

HEADLINE

Kemenparekraf-Basarnas Evaluasi Protokol Keamanan dan Keselamatan di DPSP Labuan Bajo