Home / News / Pendidikan

Kamis, 14 Juli 2022 - 21:41 WIB

Dorong Daya Saing UMKM, Abmas ITS Dampingi Sertifikasi Produk Halal

Penyerahan plakat oleh tim KKN Abmas ITS yang diwakili Prof Dr rer nat Fredy Kurniawan MSi (berbatik biru) kepada pelaku UMKM di Kediri (Foto: Humas ITS)

Penyerahan plakat oleh tim KKN Abmas ITS yang diwakili Prof Dr rer nat Fredy Kurniawan MSi (berbatik biru) kepada pelaku UMKM di Kediri (Foto: Humas ITS)

iBenews.id – Para penggiat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sudah seharusnya mampu memberikan jaminan kehalalan produknya, meski kenyataannya masih banyak yang belum memiliki jaminan. Berangkat dari hal tersebut, tim Kuliah Kerja Nyata dan Pengabdian kepada Masyarakat (KKN Abmas) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bersinergi melakukan sosialisasi dan pendampingan sertifikasi halal untuk UMKM produk olahan kurma di Kota Kediri.

Ketua tim Prof Dr rer nat Fredy Kurniawan MSi mengungkapkan bahwa tujuan kegiatan KKN Abmas tersebut untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya sertifikasi halal pada pelaku UMKM, khususnya pengolahan produk kurma. “Dengan bertambahnya wawasan tersebut dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing bagi pelaku UMKM,” ujarnya.

Berlangsung selama enam bulan sejak Februari 2022 lalu, kegiatan ini diawali dengan workshop kader penggerak halal untuk mahasiswa dan pendampingan penyusunan sistem jaminan halal (SJH) oleh Pusat Kajian Halal (PKH) ITS. “Setelahnya, pelaku UMKM diberikan fasilitas edukasi, bimbingan tentang pengisian SIHALAL (layanan aplikasi untuk pendaftaran sertifikat halal, red), serta pendaftaran sertifikat halal,” jelas Kepala Departemen Kimia ITS tersebut.

Selepas itu, kegiatan ditutup dengan pemberian sosialisasi dan plakat logo binaan PKH ITS kepada pelaku UMKM, Rabu (13/7). Adapun materi yang disampaikan mengenai pengenalan halal-haram, najis, bahan produk, kriteria sistem jaminan halal, dan mekanisme sertifikasi halal. “Plakat tersebut terdapat barcode yang berisi informasi sertifikasi halal dari UMKM terkait,” terang Fredy.

Di samping itu, lanjut Fredy, kurma merupakan salah satu produk yang pengolahan pascapanennya menjadi produk siap konsumsi. Di Kota Kediri terdapat UMKM olahan kurma yang di antaranya adalah Lily Food, Kurma Kediri, dan Sinoma. Ketiga UMKM tersebut menghasilkan produk olahan berupa saus kurma, es krim kurma, susu kambing kurma madu, cookies kurma, dan sinom kurma.

Dalam KKN Abmas ini hadir pula empat dosen lain dari Departemen Kimia, 14 mahasiswa dari Departemen Kimia dan satu mahasiswa dari Departemen Statistika ITS. Sebelumnya, tim mahasiswa telah mengikuti pelatihan sebagai pendamping halal yang diselenggarakan oleh PKH ITS. “Mahasiswa KKN melakukan pendampingan dengan promosi digital,” tambahnya.

Terakhir, Fredy berharap dengan adanya kegiatan KKN Abmas ini dapat meningkatkan pemahaman sertifikasi halal kepada masyarakat, khususnya pelaku UMKM. Dengan meningkatnya pemahaman, maka menjadi dorongan untuk mendapatkan sertifikat halal. “Semakin banyak produk yang bersertifikat halal menunjukkan semakin baiknya prospek usaha mereka,” tandasnya. (iB-1)

Share :

Baca Juga

HEADLINE

Presiden Pastikan Tak Ada Bansos Untuk Korban Judi Online

HEADLINE

Wamenparekraf Komodo Travel Mart Dorong Pengembangan Pariwisata di NTT

HEADLINE

Mulai dari Kopi Hingga Gula Merah Kolang, 3 Produk Lokal Labuan Bajo Diminati China

HEADLINE

43.000 Turis Kunjungi Labuan Bajo Manggarai Barat Pada Bulan Mei 2024

HEADLINE

BPOLBF Gandeng Komunitas Floratama, Perkuat Kolaborasi Industri Parekraf

HEADLINE

Hal-hal yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Memasang Water Heater Gas

HEADLINE

Kemenparekraf-Basarnas Perkuat Protokol Keamanan Wisata Bahari Labuan Bajo

HEADLINE

Menparekraf: Penerbangan Internasional ke Labuan Bajo Akan Terealisasi di Kuartal IV 2024