Home / News / Pendidikan

Jumat, 3 Februari 2023 - 20:12 WIB

Berkonsep Zero Waste, Mahasiswa PCU Pamerkan Tugas Futuristik Digital Fashion

Regina Mitzi menunjukkan karyanya yg berjudul

Regina Mitzi menunjukkan karyanya yg berjudul "Jardin De Tulipes" di runway CLO3D (Foto: Humas PCU)

iBenews.id – Mahasiswa semester tiga Textile and Fashion Design PCU (Petra Christian University) unjuk gigi karyanya berupa 3D prototyping dan digital composing. Karya-karya apik ini merupakan bagian dari mata kuliah Digital Fashion.

Jika berbicara mengenai dunia fashion, perkembangan pasti terjadi sangat cepat. Begitu juga dengan PCU terus menunjukkan komitmennya dalam membantu mahasiswanya khususnya di Textile and Fashion Design program dalam menghadapi tantangan di industri mode.

Sebelum mengakhiri masa liburan mahasiswa, para mahasiswa dari kelas mata kuliah Digital Fashion menunjukkan hasil karyanya di kelas dengan tema resort wear. Bukan sekadar baju liburan pada umumnya. Tetapi berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat kini yang maunya jika saat liburan tidak perlu membawa banyak pakaian tetapi cukup membawa sedikit baju saja maka bisa dibuat untuk jalan-jalan tetapi sekaligus untuk style.

“Mata kuliah ini sudah ada sejak tahun 2018 yang lalu. Kami sangat bahagia bisa mengajarkan hal ini pada mahasiswa. Harapannya para mahasiswa Textile and Fashion Design PCU bisa mengatasi tantangan dalam industri mode yang perubahannya juga sangat cepat sehingga mereka bisa mempersiapkan diri untuk masa depan.”, ungkap Luri Renaningtyas, S.T., M.Ds., dosen penanggung jawab.

Luri menambahkan, dalam matkul ini para mahasiswa belajar menggunakan software CLO 3D. Mahasiswa diajarkan menjahit virtual untuk kemudian mensimulasikan hasil desainnya lalu membuat animasi desainnya dalam sebuah tayangan maya fashion show.

“Di tugas ini mahasiswa diminta ‘promosikan’ baju desainnya dalam bentuk foto fashion. 3D Prototyping yang dibuat di CLO3D bisa terlihat realistik seolah-olah ada model memakai baju fisik sungguhan. Cara kerjanya mahasiswa ‘menempelkan’ virtual garmen (3D) ke foto fashion.

Sebelumnya mahasiswa memodifikasi pose tubuh avatar CLO3D sedemikian rupa meniru pose foto modelnya, kemudian membuat simulasi 3D garmen yang di draping ke pose avatar tadi . Setelah jadi, 3D garmen tadi di compose dengan photoshop.”, tambah Luri.

Ketika industry fashion memanfaatkan state of the art software seperti CLO ini maka proses desain dan produksi garmen akan lebih efisien. Tak hanya itu designer tidak perlu membuat sample fisik untuk jualan sehingga proses “time to market” juga lebih cepat. Proses riset juga jadi lebih cepat, “designer itu gak perlu bolak balik ke toko kain, mencoba kain, mencari warna yang sesuai. Pokoknya menggunakan Digital Fashion ini designer bisa langsung memilih, menentukan kain hingga melihat hasilnya saat itu juga.”, kata dosen yang sedang mendalami teknologi dan fashion.

Harapannya mahasiswa dapat menjual 3D garment baju sebagai NFT (Non-Fungible Token) di Metaverse bersamaan dengan physical twinnya jika mahasiswa juga memproduksi sample fisiknya.

Beberapa karya mahasiswa yang dipresentasikan diantaranya:

Karya busana Ayrine Fluorensia, mahasiswa PCU semester tiga berjudul ‘Revenge Party’ Foto fashion dengan model yang mengenakan 3D garment realistik. Pengerjaan dilakukan dengan software CLO3D di MK Digital Fashion.

Ayrine Fluorensia menunjukkan karyanya bertajuk Revenge Party dgn software CLO3D

Karya busana Clarita Angel, didominasi warna hitam putih. Mahasiswa PCU semester tiga berjudul ‘Two Dots’ Foto fashion dengan model yang mengenakan 3D garment realistik. Pengerjaan dilakukan dengan software CLO3D di MK Digital Fashion. Gambar disebelah kanan adalah screen shot virtual fashion show.

“Saya mengambil tema Two Dots karena ingin membuktikan sekaligus bereksperimen dengan warna hitam dan putih,”tuturnya.

“Menurutku warna hitam dan putih itu keren. Ga kalah dengan warna lainnya. Tinggal permainan aksen untuk membuatnya lebih menarik, “tambahnya.

Clarita Angel memperlihatkan karyanya bertajuk Two Dots

Clarita mengaku butuh waktu dua hingga tiga bulan menyiapkan karya busananya.

“Konsepnya cepat. Yang lama itu proses menjahitnya, “pungkasnya. (iB-1)

Share :

Baca Juga

HEADLINE

Menparekraf: Penerbangan Internasional ke Labuan Bajo Akan Terealisasi di Kuartal IV 2024

HEADLINE

Kemenparekraf-Basarnas Evaluasi Protokol Keamanan dan Keselamatan di DPSP Labuan Bajo

HEADLINE

Upaya Kembangkan Ekonomi Kreatif, Apresiasi Kreasi Indonesia 2024 di Labuan Bajo

HEADLINE

Erick Tohir Ajak Pengusaha Uni Emirat Arab ke Golo Mori Labuan Bajo

HEADLINE

Indonesia Mendapat Apresiasi, World Water Forum ke-10 Resmi Ditutup

HEADLINE

Strategi Pemasaran Efektif dengan Aplikasi Chatbot WhatsApp

HEADLINE

Pelantikan Prabowo – Gibran Sebagai Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Dipercepat?

HEADLINE

Indonesia Memiliki Berbagai Jenis Potensi Wisata Air